Skip ke Konten

8 Tahun IJBNet, Dari Deklarasi di Kemenperin RI hingga Menjadi Jembatan Bisnis Indonesia–Jepang

14 Agustus 2026 oleh
8 Tahun IJBNet, Dari Deklarasi di Kemenperin RI hingga Menjadi Jembatan Bisnis Indonesia–Jepang
Melly

JAKARTA, 10 Agustus 2026 — Delapan tahun lalu, tepatnya 8 Agustus 2018, sebuah jejaring yang mempertemukan kepentingan bisnis Indonesia dan Jepang dideklarasikan di lingkungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Delapan tahun kemudian, Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) kembali ke Kementerian Perindustrian untuk memperingati perjalanan sewindunya.

 

Bukan sekadar perayaan ulang tahun, momentum tersebut menjadi penanda perjalanan sebuah jejaring yang sejak awal dibangun untuk menjadi jembatan kolaborasi Indonesia dan Jepang.

 

Perayaan Sewindu IJBNet digelar di Gedung PIDI 4.0, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (10/8/2026), dengan mengangkat tema: “Memperingati Sewindu Berdirinya IJBNet – Memperkuat Jaringan Kolaborasi Indonesia–Jepang.” Kegiatan mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, asosiasi, akademisi, pelaku industri, mitra Jepang serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem kerja sama kedua negara.

 

Yang menarik, Kementerian Perindustrian menjadi saksi perjalanan IJBNet sejak awal berdiri hingga memasuki usia delapan tahun. Jika pada 2018 IJBNet dideklarasikan di Kantor Pusat Kemenperin RI, maka pada 2026 organisasi tersebut kembali ke Kemenperin untuk menandai sewindu perjalanannya—meskipun kali ini di gedung yang berbeda.

 

Sewindu Bukan Sekadar Angka

 

Ketua Umum IJBNet Dr. Suyoto Rais mengatakan, delapan tahun perjalanan IJBNet tidak semata-mata diukur dari usia organisasi, tetapi dari sejauh mana jejaring yang dibangun mampu menghasilkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata.

 

“Sewindu bagi IJBNet bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan membangun kepercayaan, memperluas jaringan dan mempertemukan berbagai potensi Indonesia dan Jepang. Karena itu, setelah delapan tahun, kami ingin IJBNet tidak berhenti pada networking, tetapi bergerak lebih jauh menuju kolaborasi yang konkret dan memberikan dampak.”

 

Menurut Suyoto, hubungan Indonesia dan Jepang memiliki potensi yang sangat besar. Kedua negara memiliki kebutuhan dan kekuatan yang dapat saling melengkapi, mulai dari industri, teknologi, investasi, energi, lingkungan hingga sumber daya manusia. “Indonesia memiliki sumber daya, pasar dan talenta yang besar. Jepang memiliki teknologi, pengalaman industri dan jaringan bisnis yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana kedua kekuatan tersebut dipertemukan dalam bentuk kerja sama yang nyata dan berkelanjutan.”

 

Kembali ke Kemenperin, Tempat Sejarah Itu Dimulai

 

Momentum delapan tahun IJBNet memiliki nilai historis tersendiri karena organisasi ini lahir di lingkungan Kementerian Perindustrian. Pada 8 Agustus 2018, IJBNet dideklarasikan sebagai sebuah jejaring yang membawa semangat memperkuat hubungan bisnis Indonesia dan Jepang. Sejak saat itu, IJBNet terus membangun jaringan dengan berbagai kalangan, baik di Indonesia maupun Jepang. Kini, delapan tahun kemudian, IJBNet kembali hadir di Kementerian Perindustrian.

 

“Dari Kemenperin, kembali ke Kemenperin.” Kalimat tersebut menjadi salah satu simbol perjalanan sewindu IJBNet. Bukan untuk bernostalgia, tetapi untuk menegaskan bahwa perjalanan organisasi ini masih panjang dan tantangan kerja sama Indonesia–Jepang ke depan justru semakin besar.

 

Menperin: Kemitraan Indonesia–Jepang Harus Menghasilkan Nilai Tambah

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) Kementerian Perindustrian, Bapak Tri Supondy menekankan pentingnya penguatan kemitraan Indonesia dan Jepang, khususnya dalam menghadapi perubahan lanskap industri global.

 

“Kemitraan Indonesia dan Jepang memiliki sejarah panjang dan terus berkembang. Ke depan, kerja sama tersebut harus semakin diarahkan pada peningkatan investasi, penguatan teknologi, peningkatan daya saing industri dan pengembangan sumber daya manusia.”

 

Menurutnya, dunia industri saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat. Transformasi digital, dekarbonisasi, energi baru dan terbarukan, perubahan rantai pasok global serta kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil menjadi isu yang tidak dapat dihadapi oleh satu negara secara sendiri-sendiri.

 

Dalam konteks tersebut, jejaring seperti IJBNet dinilai dapat mengambil peran sebagai penghubung antara berbagai kepentingan. “Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian dan mitra internasional menjadi semakin penting. Indonesia membutuhkan mitra strategis yang dapat bersama-sama membangun industri yang kuat, inovatif dan berkelanjutan.”

 

Jepang: Indonesia Bukan Sekadar Pasar, tetapi Mitra Strategis

 

Dari pihak Jepang, hubungan bilateral dengan Indonesia juga memiliki prospek yang semakin luas.

Mr. Myochin Mitsuru, Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang sebagai Perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menilai hubungan kedua negara telah berkembang jauh melampaui kerja sama perdagangan konvensional.

 

“Hubungan Indonesia dan Jepang memiliki fondasi yang sangat kuat dan telah berkembang dalam berbagai bidang. Kerja sama ekonomi, industri, teknologi, investasi dan sumber daya manusia membuka banyak peluang baru bagi kedua negara.”, kata Mr. Myochin.

 

Menurut pihak Jepang, peran jejaring bisnis menjadi semakin penting karena hubungan antarpemerintah perlu diterjemahkan menjadi hubungan antarpelaku usaha dan masyarakat yang menghasilkan kerja sama konkret. “Kami menyambut baik berbagai upaya yang mempertemukan dunia usaha dan pemangku kepentingan Indonesia dan Jepang. Kami berharap hubungan persahabatan dan kemitraan kedua negara dapat terus berkembang melalui kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.”

 

IJBNet Tidak Mau Berhenti di Networking

 

Memasuki usia delapan tahun, IJBNet membawa pesan yang cukup jelas: Networking saja tidak cukup. Jejaring harus menghasilkan pertemuan. Pertemuan harus menghasilkan pembahasan. Pembahasan harus menghasilkan kerja sama. Dan kerja sama harus menghasilkan dampak nyata.

 

Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian perayaan sewindu IJBNet yang tidak hanya berisi seremoni, tetapi juga presentasi mitra Jepang, business matching dan panel discussion.

 

Sejumlah perusahaan dan organisasi Jepang hadir memperkenalkan peluang kerja sama di Indonesia, termasuk pada sektor green power, renewable energy, environmental technology, space technology, business development dan pengembangan sumber daya manusia. SAF, Dekarbonisasi dan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang Jadi Sorotan.

 

Tiga isu strategis menjadi perhatian utama dalam sesi business matching dan panel discussion.

 

Pertama, Sustainable Aviation Fuel (SAF).

 

Pengembangan bahan baku SAF menjadi salah satu isu penting di tengah tuntutan dunia terhadap industri penerbangan yang lebih berkelanjutan. Forum IJBNet mempertemukan unsur pemerintah, lembaga penelitian, perusahaan dan mitra Jepang untuk membahas potensi pengembangan bahan baku serta rantai pasok SAF.

 

 

 

 

 

Kedua, Dekarbonisasi dan Data Satelit.

 

Transformasi menuju ekonomi rendah karbon membutuhkan dukungan teknologi dan data yang semakin akurat. Karena itu, pemanfaatan teknologi satelit dan data geospasial menjadi salah satu topik yang dibahas dalam forum IJBNet.

 

Ketiga, Sumber Daya Manusia dan Pekerja Indonesia ke Jepang.

 

Kebutuhan Jepang terhadap tenaga kerja terampil membuka peluang besar bagi Indonesia. Namun, menurut IJBNet, peluang tersebut harus disiapkan secara serius. Tidak hanya mengenai keberangkatan pekerja, tetapi juga menyangkut kompetensi, bahasa, budaya kerja, perlindungan, produktivitas serta keberlanjutan karier.

 

IJBNet Perkenalkan JOBAGUS

 

Salah satu program yang diperkenalkan dalam momentum sewindu adalah JOBAGUS, sebuah sistem dan platform yang dikembangkan untuk mendukung ekosistem pekerja Indonesia menuju Jepang. Program tersebut diarahkan untuk membangun sistem monitoring dan dukungan yang lebih terintegrasi bagi pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang.

 

IJBNet melihat bahwa penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jepang harus berkembang dari sekadar proses penempatan menjadi sebuah ekosistem yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, dunia usaha, pemerintah, pekerja dan kebutuhan industri Jepang. Dengan pendekatan tersebut, tenaga kerja Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengisi kebutuhan tenaga kerja, tetapi menjadi bagian dari hubungan ekonomi dan sosial Indonesia–Jepang yang lebih luas.

 

Dari Energi Hijau hingga Teknologi Satelit

 

Perayaan sewindu IJBNet juga memperlihatkan semakin luasnya sektor kerja sama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Jepang. Sejumlah mitra Jepang memperkenalkan program dan peluang kolaborasi di bidang: Green Power, Renewable Energy, Environmental Technology, Space Technology, Business Development, Human Resources, Decarbonization, Digital Technology, dan AI Technology.

 

Kehadiran berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa hubungan bisnis Indonesia–Jepang telah bergerak menuju kolaborasi lintas sektor yang semakin kompleks.

 

Memasuki Tahun Kesembilan, IJBNet Bidik Kolaborasi Lebih Besar

 

Setelah delapan tahun membangun jaringan, IJBNet kini memasuki fase baru.

 

Fokusnya bukan lagi sekadar memperbanyak jaringan, tetapi mengaktifkan jaringan tersebut menjadi kerja sama konkret. Sekretaris Jenderal  IJBNet, Dr. Salim Mustofa  menegaskan bahwa memasuki tahun kesembilan, organisasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

 

“Kami ingin tahun-tahun berikutnya menjadi fase implementasi. Kalau selama ini kita membangun network, maka sekarang network tersebut harus menghasilkan kolaborasi. Dan kolaborasi harus menghasilkan impact.” Salim menambahkan, IJBNet akan terus membuka ruang bagi dunia usaha, pemerintah, akademisi, asosiasi dan mitra Jepang untuk membangun program bersama. “Indonesia dan Jepang memiliki hubungan yang sangat panjang. Tugas kita adalah memastikan hubungan tersebut terus relevan dengan kebutuhan zaman dan menghasilkan manfaat bagi generasi berikutnya.”

 

TENTANG IJBNET

 

Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) resmi dirilis di Jakarta pada tanggal 8 Agustus 2018 oleh Menteri Perindustrian RI (sekarang Menko Perekonomian RI) yang sekaligus berkenan menjadi Pembina IJBNet, Bapak Airlangga Hartarto. Dihadiri  Dubes Jepang saat itu Mr. Masafumi Ishii, Tokoh Nasional antara lain: Bapak Rachmat Gobel, Bapak Soebronto Laras, Bapak Sanny Iskandar, Bapak M. Syafii Antonio dan Bapak Haris Muandar N. Hadir juga perwakilan pemerintah pusat dan daerah, asosiasi pengusaha, para sahabat Jepang pencinta Indonesia, akademisi dan undangan lainnya.

 

Diinisiasi oleh Dr. Suyoto Rais, dengan dukungan beberapa praktisi dibidangnya antara lain: Solihin, Makmur Solahudin, Teguh Wahyudi, Sanny Iskandar, Haris Munandar, Ismail Rahim, Salim Mustofa, Wahyo Sindhu, Sonia Adriaty, Penta Kistriono, Fransisca Aditya Christie, Rahid Pambengkas dan Gunther Gemparalam.  Sejak dideklarasikan hingga saat ini IJBNet mulai melakukan aktivitas riil yang bermanfaat bagi kedua negara, dengan semboyan “Terus Berbagi, Terus Berbakti”. Gemanya mulai meluas ke seluruh Indonesia dan Jepang.  

 

Dengan visi menjadi organisasi terpercaya untuk membantu kolaborasi antara Indonesia dan Jepang, dan misi memperbanyak kolaborasi antara Indonesia dan Jepang yang saling menguntungkan untuk membantu meningkatkan perekonomian kedua negara.  IJBNet siap bersinergi dengan instansi pemerintah, akademisi, pelaku bisnis dan pihak-pihak terkait di kedua negara. Untuk membantu mewujudkan visi misinya, IJBNet membentuk Yayasan Indonesia Jepang Bersama (Yayasan IJB)

 

Dalam Perjalanannya IJBNet mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak dan telah melakukan aktivitas-aktivitas kerjasama bisnis Indonesia-Jepang yang sebagian mulai terlihat hasilnya. Didukung diaspora Indonesia di Jepang, sahabat-sahabat Jepang pencinta Indonesia dan juga insan Indonesia  lainnya  yang  ingin berpartisipasi  membantu ekspor, pengembangan produk-produk Indonesia ke pasar Jepang, mengadopsi teknologi dan import produk yang belum ada di Indonesia, Pengembangan Sumber Daya Manusia kedua negara. Tentu juga membantu kolaborasi antar perusahaan kedua negara. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi IJBNet siap bekerjasama dengan berbagai pihak dikedua negara. Sebagai organisasi terbuka, IJBNet mengajak, mari bergabung bersama IJBNet.

Sewindu Bersatu Padu

 

Delapan tahun perjalanan IJBNet akhirnya kembali pada pesan sederhana:

Sewindu Bersatu Padu.

 

Dari deklarasi pada 8 Agustus 2018 di Kementerian Perindustrian, IJBNet tumbuh menjadi jejaring yang berupaya mempertemukan kepentingan Indonesia dan Jepang. Dan ketika sewindu kemudian kembali diperingati di Kementerian Perindustrian, pesan yang ingin disampaikan bukan hanya tentang perjalanan masa lalu. Tetapi tentang masa depan. Masa depan kerja sama Indonesia–Jepang yang lebih kuat, masa depan industri yang lebih kompetitif, masa depan teknologi yang lebih kolaboratif, masa depan SDM Indonesia yang semakin berkualitas dan masa depan hubungan bisnis kedua negara yang menghasilkan lebih banyak manfaat nyata.

 

Delapan tahun telah berlalu. Jaringannya semakin luas. Kolaborasinya harus semakin nyata. IJBNet Sewindu — Bersatu Padu, Terus Berbakti, Terus Berbagi.


di dalam Berita IJBNet
FKG Corporation Hadir di Indo Waste & Recycling Expo 2026, Dorong Inovasi Material Ramah Lingkungan dari Jepang untuk Indonesia